Carpe Diem

Yuniar Sinta Dewi. Study Public Health at Indonesia University. Romance Angst fanfiction addicted

OKK FKM - Peran Agama dalam Kehidupan Mahasiswa Sebagai Generasi Muda Penerus Bangsa

Agama seperti yang kita ketahui berfungsi sebagai sebuah pedoman dan pondasi bagi kehidupan masyarakat di bumi. Agama menjadi sangat signifikan dalam kehidupan setiap individu di dunia, baik orang kaya, orang miskin, orang sehat, orang dengan kekurangan secara fisik, orang Asia, orang Amerika maupun orang Eropa. Walaupun agama yang dianut setiap manusia berbeda tetapi setiap agama mempunyai fungsi yang sama yaitu menjadi pedoman bagi kehidupan para umatnya. Agama sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah sebuah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) kepada Tuhan Yang Mahakuasa, tata peribadatan, dan tata kaidah yang bertalian dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya dengan kepercayaannya itu.

Setiap agama memiliki satu sumber bacaan yang memuat segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia di muka bumi yang disebut dengan kitab. Keberadaan kitab membantu umat beragama memahami ajaran agama mereka masing-masing. Kitab juga menjadi sumber pengetahuan yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran, surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai berikut :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran Qalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”(QS. Al-’Alaq: 1-5)

Agama juga disebutkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara 1945 sebagai suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, sebagai berikut:

……untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa…….

Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila pertama dalam Pancasila. Seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila merupakan dasar negara sehingga dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya peran agama dalam kehidupan bernegara. Agama dibutuhkan untuk memberikan batasan-batasan dalam hidup. Karena kehidupan tanpa batasan niscaya akan membuat kita merugi pada akhirnya. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran, surat Al Baqarah ayat 38 sebagai berikut :

Kami berfirman : ‘Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah : 38)

Mahasiswa sendiri erat kaitannya dengan kehidupan bernegara. Mahasiswa bukan sekedar kumpulan siswa yang belajar di kelas, mendengarkan apa yang dikatakan dosennya. Mahasiswa dituntut untuk kritis dalam berpikir dan berperilaku karena mereka lah yang akan menjadi penerus bangsa. Tuntutan inilah yang membuat mahasiswa mempunyai banyak kegiatan di luar kegiatan belajar mereka di kampus. Pemikiran kritis mahasiswa biasa disalurkan dalam bentuk suatu organisasi yang bergerak di berbagai bidang. Dalam organisasi, mahasiswa seperti membentuk negara mereka sendiri. Ada ketua yang bekerja layaknya seorang presiden dan jabatan-jabatan lainnya. Sesuai dengan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa agama memiliki fungsi sendiri dalam kehidupan bernegara. Sehingga mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa membutuhkan agama sebagai pedomannya.

Agama tidak hanya digunakan untuk kebutuhan mereka sebagai umat beragama, tetapi juga menjadi suatu kebutuhan dalam peran mereka sebagai mahasiswa.  

Ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW pun dapat dijadikan pedoman bagi mahasiswa dalam berkehidupan, khususnya bagaimana membina hubungan diantara banyaknya perbedaan yang dimiliki tiap individu. Seperti dalam Piagam Madinah atau shahifatul madinah yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan suatu perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Madinah. Perjanjian ini disusun dengan tujuan untuk membangun masyarakat baru yang bernegara, menekankan kerjasama, persamaan antara hak dan kewajiban diantara semua golongan, baik dalam kehidupan politik, sosial, agama serta mewujudkan pertahanan dan perdamaian. Nilai-nilai dari Piagam Madinah ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai pedoman untuk menjalin hubungan yang baik antar individu dan menjauhi semua tindakan kekerasan yang sering dikaitkan dengan mahasiswa di jaman sekarang ini.

Selain itu juga tidak lupa akan tugas utama mahasiswa ketika di kampus yaitu belajar, menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk kepentingan sendiri dan juga kepentingan orang banyak. Dalam Islam, menimba ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan hal pertama diperintahkan malaikat Jibril ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW adalah menyuruh beliau untuk membaca. Seperti yang kita ketahui bahwa membaca adalah kegiatan utama yang dilakukan dalam proses belajar. Perintah menutut ilmu banyak dikemukakan dalam Al-Quran dan hadist-hadist seperti dalam hadist riwayat Ibnu Abdul Barr yaitu :

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat.” (HR. Ibnu Abdul Barr)

Allah SWT bahkan sangat memuliakan hamba-hambanya yang berjuang menuntut ilmu, seperti yang tertulis dalam Al-Qur`an, surat Al-Mujaadilah, ayat 11 sebagai berikut :

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(QS. Al-Mujaadilah : 11)

Allah SWT juga mengutamakan orang-orang yang berilmu daripada yang tidak seperti yang tertulis dalam hadist riwayat Al-Baihaqi sebagai berikut :

“Seutama-utama manusia ialah seorang mukmin yang berilmu. Jika ia dibutuhkan, maka ia menberi manfaat. Dan jika ia tidak dibutuhkan maka ia dapat memberi manfaat pada dirinya sendiri”. (HR. Al-Baihaqi)

Jadi dapat disimpulkan, agama adalah aspek penting dalam kehidupan manusia termasuk kehidupan seorang mahasiswa. Hal ini berkaitan dalam menjalankan kehidupannya sebagai seorang umat beragama maupun sebagai seorang mahasiswa yang mengemban tugas sebagai penerus bangsa.

Esensi :

Esai yang bertemakan “Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Kampus” ini menekankan pada bagaimana agama mempengaruhi kehidupan seorang mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Ditujukan agar penulis dan pembaca dapat lebih memahami bahwa agama tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan individu sebagai umat beragama tetapi juga dapat dijadikan suatu panduan bagi mahasiswa untuk dapat menjadi seorang generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Daftar Pustaka

Al-Ghazali. 1993. Ihya’ Ulum al-Din Volume I. Fazl-Ul-Karim. Karachi :     Darul-Ishaat 

Departemen Agama Republik Indonesia. 2005. Al-Quran dan       Terjemahannya. Bandung : Jumanatul ‘Ali-Art

Irsyad, Ali. 2009. Piagam Madinah dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Madinah. Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab. Univesitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Kristen Stewart at the ‘Camp X-Ray’ World Premiere dinner party (January 17, 2014)

(Source: kristensource, via kristenforthewin)

TotallyLayouts has Tumblr Themes, Twitter Backgrounds, Facebook Covers, Tumblr Music Player and Tumblr Follower Counter